Sabtu, 09 Agustus 2014

Tak pernah sedikitpun terlintas untuk menyakiti perasaan diri sendiri dan orang lain. ya, kali ini tindakan bodoh itupun keluar saat pikiraan di kuasi oleh hawa nafsu yang besar untuk memiliki dia. Percayalah kata hati tak selalu benar ketika itu mulai tak sejalan lagi dengan logika yang ada.
Egois, iya saya egois ketika hanya memikirkan perasaan saya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain, saya sadar dengan apa yang saya lakukan dan terkadang saya menyalahkan diri sendiri.
Saya disini bukan untuk membela diri saya sendiri karena saya disini sedang berada di posisi yang salah saya akui bahwa saya salah, menyakiti perasaan orang tanpa seseorang itu tau. Padahal saya pernah ada di posisi dia seperti ini dan saya merasa telah di bohongi semua orang. Tapi, sekarang saya malah ada di posisi "sedang menyakiti seseorang".
      Dan pada akhirnya mungkin ini titik lelah kita berdua, entahlah apa ini bisa di sebut kesalahan kita atau kesalahan masing-masing. Tanpa ada sepatah kata yang terucap dari biibirnya, secara perlahan-lahan dia mulai mundur dari saya dan dia menjalani seperti halnya yang dia jalani dengan seseorang itu.
Apakah ini tandanya dia mulai ingin jalan pada jalur yang seharusnya di lalui tanpa berhenti atau belok?
Dan akhirnya mataku mulai terbuka lebar. Apa yang kalian inginkan,tak selalu akan kau dapatkan.
Terima kasih kamu yang sudah memulainya dan kamu pula yang megakhiri, karena jika bukan kamu yang mengakhiri tak mungkin berakhir karena saya sendiri selalu takut untuk menakhiri walaupun itu benar.
     Sudah ini adalah titik akhir, mari kita jalani hidup masing-masing seperti dahulu sebelum kita saling mengenal.
Jika suatu saat kita di pertemukan lagi, saya berharap bukan pada saat seperti ini ketika kita melakukan kesalahaan.


Sabtu, 12 Juli 2014

Aku tak buta begitupun aku tak tuli.
Aku dapat melihat dan akupun dapat mendengar.
Aku bisa berpikir, begitu pula aku bisa merasakan.
tapi sayang,
Aku selalu berpura-pura untuk tidak melihat seolah-olah aku buta.
Aku sering berpura-pura tak medengar , padahal aku tak tuli.
Dan terkadang pula aku selalu menghiraukan perasaan ini.
Ada saatnya lelah dengan semua kepura-puraan ini.
Lelah untuk menjadi buta.
Lelah untuk menjadi tuli.
Dan lelah untuk penghirauan ini.
Selalu diam dalam ketidak bisuan ini.
Selalu diam pula dalam mengetahui ini.

Lelah

Iya saya lelah! lelah akan semua kepura-puraan saya.
pura-pura bahagia ketika dia bersama kekasihnya, pura-pura selalu baik-baik saja ketika sedang mendengar semua cerita dia tentang kekasihnya, pura-pura tidak terjadi apa-apa ketika dia menghilang lalu dia kembali lagi.
Entahlah apa ini.
saya benci ada diposisi seperti ini! saya sadar ketika saya hanya dijadikan sekedar pelampiasan semata saja.
saya lelah tapi saya rindu dengan semuanya. saya rindu setiap ucapan dia , cerita dia yang tekadang selalu menjadi bahan tawa kita, saya rindu setiap mendapatkan sms dari dia yang tiba-tiba mengirimkan sms "kangen" atau hal-hal kecil yang selalu membuat bibir ini menjadi garis yang lebar saat membacanya. saya rindu ketika dia mencerita banyak hal tentang yang terjadi pada diri dia,dengan antusiasnya dia menceritakan dan saya mendengarnya.
SAYA RINDU. semenjak hari itu, iya hari dimana dia sedang berulang tahun. selayaknya orang-orang saya mengucapkan pada waktu sahur tapi tak ada balasan apapun dari dia. padahal kemaren malamnya saya masih saling membalas sms dengan seperti biasa, tapi tak ada respon apapun sampe siang tapi saya melihat dia di twitter membalas mention. ah saya posthink saja mungkin dia sedang tidak ada pulsa, tapi ketika sore menjelang berbuka tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone saya dan ternyata dia tapi sayang balasan itu membuat sakit, dia malah mebalas dengan balasan "siapa?" balasan yang tak pernah saya inginkan. saya bertanya-tanya apa maksudnya sih tapi apa yang saya mau perbuat toh saya bukan siapa-siapa dia, akhinya saya memutuskan untuk tidak membalas sms dia. dan sampai sekarang kita tak saling berkomunikasi, biasanya kita setidaknya selalu memberi kabar walaupun sehari sekali, maupun dia yang duluan atau saya yang duluan menghubungi tapi ini tidak.
padahal jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan saya mau seperti apa nanti ketika ulang tahunnya, saya berencana 2 hari setelah ulang tahunnya ingin membuat surprise kecil tapi sayang memang belum waktunya karna semenjak ulang tahunnya dia malah menghilang begitu saja.
entahlah mungkin ini pertanda bahwa yang kita lakukan ini salah, iya salah. karna dia sudah mempunyai seseorang tapi saya malah hadir diantara mereka, saya akui ini salah kita dan kita sadar ini salah, kita pun selalu membicarakan tentang hubungan kita yang tidak mungkin lagi sama-sama seperti dahulu karna keadaan yang membuat kita tidak bisa bersama lagi.
DAN PADA AKHIRNYA KEADAANLAH YANG MEMBUAT KITA SEMAKIN SADAR.